This is my wishes in 2014
Bismillah,,
I wish in 2014, there will be somebody that can wrap my hand,,
Huging me in happiness and sadness moment,
Standing together and smilling for peoples who have congratuate to us, say thank you when they say happy wedding, and aamiin for everypray for our happiness,,
Then hav beautifull moment in bali or lombok that we call it "honeymoon"
We Hav a great dinner with a couple candle
And happy crying when see double strip in test pack,,
Yess,, i hope in this year i will find you,, and you will find me
Menanti dalam ketaatan, Allah, tunjukanlah jalan kami bertemu dalam keimanan kepadaMu
a p o l o g i z e
Tuesday, 1st oct 2013
just random feeling today,,
and big question mark
why you should make some apologize when you were not understand what you did?
or
why you take "if sentence" when you said sorry to me?
because for me, it's seem like you were really not to say sorry,,
just random feeling today,,
and big question mark
why you should make some apologize when you were not understand what you did?
or
why you take "if sentence" when you said sorry to me?
because for me, it's seem like you were really not to say sorry,,
surat buat Tuhan tentang mama dan papa
Diposting oleh
gladiez florista rera
on Rabu, 25 September 2013
/
Label:
smile of life,
smile of love
/
Comments: (0)
Tuhan,,
ini surat pintaku padaMu
Tuhan, andai saja aku bisa,,pasti akan aku pinta agar mama papa hidup selamanya
atau andai saja aku bisa,, pasti aku pinta Engkau memperpanjang umur mama papa sampai seratus tahun lagi
tapi itu tidak mungkin,,
karena kematian merupakan hal yang pasti diantara ribuan ketidakpastian di dunia
maka Tuhan,
aku ganti doaku..
bismillahirrohmaanirrohiim
Allah yang maha baik, berikanlah kebaikan bertubi-tubi, tidak ada habis habisnya dan diluar bilangan angka kepada mama dan papa
Allah yang maha menyehatkan, jauhkanlah penyakit dan kesakitan kesakitan dunia baik fisik dan jiwa dari mama dan papa
Allah yang maha pemaaf,, ampuni mama dan papa,, dari segala dosa yang dilakukan
lepaskanlah beban yang menaungi mereka,,
jika tetap ada rasa sakit, limpahkanlah kepadaku yang masih kuat ini
jika tetap masih ada beban,, berikanlah kepadaku yang masih muda ini
ijinkalah mereka menutup mata dengan perasaan lega melihat kami anak2nya yang mampu membawa mereka ke jannahMu
ijinkalah mereka tersenyum saat ini, sampai menutup mata,,
senyum yang tidak hilang termakan waktu dan zaman
dan ridhoilah aku menjadi alasan bagi mereka untuk menempati jannahMu
berkahilah aku menjadi keturunan mereka, yang bisa membuat mereka bangga di dunia, maupun dihadapanMu kelak
aamiin
ini surat dari ku,,
yang selalu menempatkanMu dihatiku
ini dari seorang anak, yang memintaMu untuk selalu menjaga orangtuanya
aku yang mencintaiMu, dan mama dan papa
ini surat pintaku padaMu
Tuhan, andai saja aku bisa,,pasti akan aku pinta agar mama papa hidup selamanya
atau andai saja aku bisa,, pasti aku pinta Engkau memperpanjang umur mama papa sampai seratus tahun lagi
tapi itu tidak mungkin,,
karena kematian merupakan hal yang pasti diantara ribuan ketidakpastian di dunia
maka Tuhan,
aku ganti doaku..
bismillahirrohmaanirrohiim
Allah yang maha baik, berikanlah kebaikan bertubi-tubi, tidak ada habis habisnya dan diluar bilangan angka kepada mama dan papa
Allah yang maha menyehatkan, jauhkanlah penyakit dan kesakitan kesakitan dunia baik fisik dan jiwa dari mama dan papa
Allah yang maha pemaaf,, ampuni mama dan papa,, dari segala dosa yang dilakukan
lepaskanlah beban yang menaungi mereka,,
jika tetap ada rasa sakit, limpahkanlah kepadaku yang masih kuat ini
jika tetap masih ada beban,, berikanlah kepadaku yang masih muda ini
ijinkalah mereka menutup mata dengan perasaan lega melihat kami anak2nya yang mampu membawa mereka ke jannahMu
ijinkalah mereka tersenyum saat ini, sampai menutup mata,,
senyum yang tidak hilang termakan waktu dan zaman
dan ridhoilah aku menjadi alasan bagi mereka untuk menempati jannahMu
berkahilah aku menjadi keturunan mereka, yang bisa membuat mereka bangga di dunia, maupun dihadapanMu kelak
aamiin
ini surat dari ku,,
yang selalu menempatkanMu dihatiku
ini dari seorang anak, yang memintaMu untuk selalu menjaga orangtuanya
aku yang mencintaiMu, dan mama dan papa
Curhatan kecil di jumat malam
Bandung, 6 september 2013
Capek,,
Kesel,,
Penat,,
Pusing,,
Pengen lari,,
Pengen nangis,,
Gak pengen ngomong apa2
Gak pengen ngapa2in,,
Cuman pengen diem,,sambil monyongin mulut trus dipeluk ibu sama papa
Allah,,ampuni
Mungkin niatku yang tak lurus tertuju padaMu
Mungkin niatku yang ingin pengakuan orang lain,,
Allah,, ampuni
Seharusnya aku ingat,, bukannya tidak boleh ada ruang kecewa ketika semua niatan tertuju padaMu,,
Allah ampuni
Allah ampuni
Allah ampuni
Capek,,
Kesel,,
Penat,,
Pusing,,
Pengen lari,,
Pengen nangis,,
Gak pengen ngomong apa2
Gak pengen ngapa2in,,
Cuman pengen diem,,sambil monyongin mulut trus dipeluk ibu sama papa
Allah,,ampuni
Mungkin niatku yang tak lurus tertuju padaMu
Mungkin niatku yang ingin pengakuan orang lain,,
Allah,, ampuni
Seharusnya aku ingat,, bukannya tidak boleh ada ruang kecewa ketika semua niatan tertuju padaMu,,
Allah ampuni
Allah ampuni
Allah ampuni
Arti bahagia
Assalamualaikum
Minggu, 1 september 2013
Menurutmu apa arti bahagia?
Apakah karena melihat orang lain bahagia kemudian kamu bahagia?
Uda sering kali ya kata-kata itu,,
Lalu apalagi makna bahagia?
Ketika semua impiau terwujud? Mungkin
Apalagi? Ketika kamu sudah bisa menerbangkan haji orang tuamu? Bisa jadi
Banyak lah yah maknanyaaa
Tapi ini sudut pandangku,,
Banyak arti bahagia yang aku baca,, yang kadang orang bilang ke aku,,
Dan banyak hal yang bisa membuatku bahagia,,
Gak usah berat2.. Dijalan aku melihat orang sedang senyum2 sendiri ngeliat henponnya, trus lanjut ngetik tetep dengan senyum yang nempel dibibirnya aja aku bisa bahagia,,
Sampai pada titik ini, tepat hari ini,, setelah ngikutin sharing singkat,,
Aku punya kesimpulan sendiri,,
Bahagia itu relatif,, ukuran mutlaknya adalah,, tingkat syukur dan kesadaran bahwa Allah mengijinkan segala apa yang terjadi pada diri kita pasti mempunyai makna untuk kita belajar,, dan berubah menjadi lebih baik,,
Wahai Allah,, aku padaMu saja
Cukupkanlah aku dengan hal itu,,
Hari ini,, tambah satu alasan lagi,, betapa lebih berhargaNya Engkau yang harus bersemayam dihatiku dibanding makhlukMu yang lain,,
Dariku yang terus belajar mencintaiMu,, sang pemilik raga ini
Nite universe
Wassalamualaikum
Minggu, 1 september 2013
Menurutmu apa arti bahagia?
Apakah karena melihat orang lain bahagia kemudian kamu bahagia?
Uda sering kali ya kata-kata itu,,
Lalu apalagi makna bahagia?
Ketika semua impiau terwujud? Mungkin
Apalagi? Ketika kamu sudah bisa menerbangkan haji orang tuamu? Bisa jadi
Banyak lah yah maknanyaaa
Tapi ini sudut pandangku,,
Banyak arti bahagia yang aku baca,, yang kadang orang bilang ke aku,,
Dan banyak hal yang bisa membuatku bahagia,,
Gak usah berat2.. Dijalan aku melihat orang sedang senyum2 sendiri ngeliat henponnya, trus lanjut ngetik tetep dengan senyum yang nempel dibibirnya aja aku bisa bahagia,,
Sampai pada titik ini, tepat hari ini,, setelah ngikutin sharing singkat,,
Aku punya kesimpulan sendiri,,
Bahagia itu relatif,, ukuran mutlaknya adalah,, tingkat syukur dan kesadaran bahwa Allah mengijinkan segala apa yang terjadi pada diri kita pasti mempunyai makna untuk kita belajar,, dan berubah menjadi lebih baik,,
Wahai Allah,, aku padaMu saja
Cukupkanlah aku dengan hal itu,,
Hari ini,, tambah satu alasan lagi,, betapa lebih berhargaNya Engkau yang harus bersemayam dihatiku dibanding makhlukMu yang lain,,
Dariku yang terus belajar mencintaiMu,, sang pemilik raga ini
Nite universe
Wassalamualaikum
Assalamualaikum
baru pulang meeting PAY untuk lebaran anak yatim tanggal 25 november besok
trus liat laptop kok sayang dianggurin,,
artikel dibawah ini diambil dari salah satu page di fb
tersentuh sekali bacanya
**ini personally,,nampar bagi saya,,,sangat,,**
astaghfirullah
baru pulang meeting PAY untuk lebaran anak yatim tanggal 25 november besok
trus liat laptop kok sayang dianggurin,,
artikel dibawah ini diambil dari salah satu page di fb
tersentuh sekali bacanya
AKU INGIN MENIKAH, tapiiiiiiiiii........
Pernikahan, adalah momen penting bagi setiap orang. Termasuk juga bagiku. Setelah sekian lama, aku berharap kejadian sakral itu segera terjadi dalam hidupku.
Aku benar- benar ingin menikah, tapi...
...
Aku belum bisa memantaskan diriku dengan keikhlasan karena Allah, untuk sebuah pengabdian kepada seorang laki- laki. Ya, laki- laki yang nantinya akan menjadi suamiku. Semua karena masih besarnya egoku, dan susahnya diriku, bahkan untuk sekedar menyenangkan orang lain. Yang ada malah, aku ingin selalu dimanjakan dan disenangkan. Tak ada istilah kemakluman bagiku atas diri orang lain. Karena itu sungguh sangatlah sulit untuk ku lakukan. Tidak ada istilah `kita` dalam hidupku, yang ada adalah, kamu dan aku.
Aku ingin menikah, tapi... aku belum bisa dan belum terbiasa untuk berbagi. Bagiku, semua milikku adalah milikku, dan menurutku orang lainpun harus berusaha sendiri untuk mendapatkan sesuatu yang kemudian akan menjadi milik mereka.
Aku ingin menikah, tapi...aku belum bisa bersabar. Aku terbiasa mengumbar emosiku atas apapun yang aku mau dan yang aku suka. Yang aku mau adalah, justru orang lain bersabar atas apa adanya aku. Yang aku mau adalah, orang lain selalu membenarkan apapun pendapatku, serta menurutinya.
Aku ingin menikah, Tapi... aku belum bisa bersikap lembut. Buatku, lembut adalah lemah. Dan menurutku, wanita lembut adalah identik dengan ketidak mampuan mereka untuk melawan dan hanya sekedar menuruti keinginan orang lain.
Aku ingin menikah, tapi...aku adalah pribadi yang susah dipercaya. Bagiku kejelekan siapapun, kecuali diriku sendiri adalah sesuatu yang enak untuk dibicarakan dan bagiku itu adalah hiburan. Kadang aku bertanya pada diri sendiri, lalu bagaimana jika nanti suamiku memiliki kekurangan yang jelas- jelas aku akan tahu.. entahlah, yang aku tahu aku hanya ingin menikah.
Aku ingin menikah, Tapi aku belum bisa tampil indah bagi orang lain. Menurutku, orang lain harus menerima apa adanya aku. Jika mereka tak menyukainya, itu hak mereka dan bukan urusanku. Dalam pikiranku, kritik adalah tuntutan orang lain atas aku, dan sama sekali aku tidak suka itu.
Aku ingin menikah, tapi...mungkin sebaiknya aku bertanya kepada diriku sendiri dahulu, Aku memang ingin menikah, tapi apakah aku sudah benar- benar mempersiapkan diri untuk menikah?.....
Pernikahan, adalah momen penting bagi setiap orang. Termasuk juga bagiku. Setelah sekian lama, aku berharap kejadian sakral itu segera terjadi dalam hidupku.
Aku benar- benar ingin menikah, tapi...
...
Aku belum bisa memantaskan diriku dengan keikhlasan karena Allah, untuk sebuah pengabdian kepada seorang laki- laki. Ya, laki- laki yang nantinya akan menjadi suamiku. Semua karena masih besarnya egoku, dan susahnya diriku, bahkan untuk sekedar menyenangkan orang lain. Yang ada malah, aku ingin selalu dimanjakan dan disenangkan. Tak ada istilah kemakluman bagiku atas diri orang lain. Karena itu sungguh sangatlah sulit untuk ku lakukan. Tidak ada istilah `kita` dalam hidupku, yang ada adalah, kamu dan aku.
Aku ingin menikah, tapi... aku belum bisa dan belum terbiasa untuk berbagi. Bagiku, semua milikku adalah milikku, dan menurutku orang lainpun harus berusaha sendiri untuk mendapatkan sesuatu yang kemudian akan menjadi milik mereka.
Aku ingin menikah, tapi...aku belum bisa bersabar. Aku terbiasa mengumbar emosiku atas apapun yang aku mau dan yang aku suka. Yang aku mau adalah, justru orang lain bersabar atas apa adanya aku. Yang aku mau adalah, orang lain selalu membenarkan apapun pendapatku, serta menurutinya.
Aku ingin menikah, Tapi... aku belum bisa bersikap lembut. Buatku, lembut adalah lemah. Dan menurutku, wanita lembut adalah identik dengan ketidak mampuan mereka untuk melawan dan hanya sekedar menuruti keinginan orang lain.
Aku ingin menikah, tapi...aku adalah pribadi yang susah dipercaya. Bagiku kejelekan siapapun, kecuali diriku sendiri adalah sesuatu yang enak untuk dibicarakan dan bagiku itu adalah hiburan. Kadang aku bertanya pada diri sendiri, lalu bagaimana jika nanti suamiku memiliki kekurangan yang jelas- jelas aku akan tahu.. entahlah, yang aku tahu aku hanya ingin menikah.
Aku ingin menikah, Tapi aku belum bisa tampil indah bagi orang lain. Menurutku, orang lain harus menerima apa adanya aku. Jika mereka tak menyukainya, itu hak mereka dan bukan urusanku. Dalam pikiranku, kritik adalah tuntutan orang lain atas aku, dan sama sekali aku tidak suka itu.
Aku ingin menikah, tapi...mungkin sebaiknya aku bertanya kepada diriku sendiri dahulu, Aku memang ingin menikah, tapi apakah aku sudah benar- benar mempersiapkan diri untuk menikah?.....
**ini personally,,nampar bagi saya,,,sangat,,**
astaghfirullah
